Perampok Tanah Air

Kini kita wajar menilai pemimpin sekeluarga—
mereka yang petanya tidak terjangkit wabak pelupa.
Kita perlu mendengar degupan batinnya yang insani;
bakal tumbuhkah benih yang terharum di ladang sendiri?
Kita harus meneliti pemimpin yang membuak mewah;
apalagi yang terbukti menimbun dana keluarga.
Mengapa bisiknya menggema menyaring jeritan
sementara jeritnya melemah pula jadi bisikan?

Kita wajar sangsi mereka yang bau ringgitnya hangit,
sepantas mana mereka menjadi kuasawan boncit.
Dan benarkah murni suara syair dirinya yang dusta
atau merekalah penggelora janji pelindung dosa?
Usah langsung dipercaya segala yang tertayang luhur,
manis petah berjanji—lakon yang sangat cantik teratur.
Kerana, memang makin ramai yang muncul bertopeng fakir,
sesenyapnya merekalah para perampok tanah air.

Kejujuran yang tulus di luar dan terindah di dalam—
paling luhur itulah sebenarnya negara idamkan.
Usahlah direlakan kehidupan kita mewah kini
dengan sengaja melarakan nasib generasi nanti.

9—13, September, 2009. A. SAMAD SAID.

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Perampok Tanah Air

  1. Mata hati says:

    Lumrah pengiat politikus sama ada haluan kanan, kiri, depan atau belakang. Tika kuasa di tangan rakus mengaut laba. Budaya songsang, luar tabii sudah sebati dalam diri. Topeng ulama dengan nas dan hadis lunak bicara kononnya pejuang agama. Maruah bangsa juga agama mainan sandiwara demi cita serakah kononnya utk selamatkan negara. Laknatullah tiada pernah percaya persisi munafik yang kufur bersekongkol dengan kafir yang nyata lagi bersuluh menentang daulah Islam. Bangsa diomok gula-gula harapan sedang kantung sendiri diisi dari belakang sejak berada di kanan. Kini kristian, yahudi, majusi, buddis entah apa lagi kudissss menjadi kekasih bersulam janji demi mimpi dan imajinasi. Sunah Nabi diketepi kemurkaan Ilahi dicaci…nausubilah.

    • Arr says:

      Pasti ada yang gempar Jun ini. Yang tidak sehaluan akan disisihkan. Yang sehaluan dan boleh membantu akan diangkat walaupun sebelum ini dibuang hina. Inilah lakunan hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s