PESAN LUHUR—(2)

Kafilah perang ke Tabuk dinampak seolah amat gusar,
meninggalkan Medina yang kini bergayut buahan segar.
Dirinya tampak tak bersiap—malah tak juga bersedia.
Tak difahami mengapa kini begitu keadaannya.

Sebaik lesap arus kafilah, mula dirasa segannya;
masih bercita-cita, cuma benih azam kurang dibaja.
Lalu terperanjat ia ketika menghadap jalanraya
yang diisi hanya wanita, kanak-kanak dan wargatua.

Tiba-tiba terasalah diri teramat sangat bersalah,
juga serentak terasa diri seolah-olah tercela.
Maka, Medina pun tak dirasakan seindah dulukala,
bebuahan pun luruh lazatnya, Kaab pun amat dukalah.

Sebenarnya ramai yang bersedia untuk tulus bersyahid,
hanya diri dirasa terasing dan sedang diejek pahit.
Bukan kepalang aib diri—silu malu ke sanubari.
Menyesal tak bererti, penghinaan tajam lebih bergigi.

Dirasa seolah Rasulullah bertanya: Kaab di mana?
Tak sehatikah ia sehinggakan tak sedia bersama?
Terasa pedasnya tamparan, pedihnya selaran, menghina—
rasa sesal penuh kecewa, rasa malu tidak terkata.

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to PESAN LUHUR—(2)

  1. Dasar pendidikan di Malaysia
    Halal haram dan trade mark jakim
    Melayu dan bahasanya.
    Melayu dan iklan percuma.
    Baca di
    http://tebangtebas.wordpress.com/

  2. nuruthman says:

    rakyat kelantan rela sediakan tapak dan tempat untuk himpunkan khazanah pak samad semuan ya.Insyaallah jika diizinkan pak samad sendiri…saya kira kepimpinan tok guru sedia membantu bapak dalam hal ini.InsyaAllah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s