PESAN LUHUR—(3)

Kencanglah khabar dari Tabuk pasukan Nabi kini pulang.
Lebih nyaring lagi Di Medina berita itu bergoncang.
Terjengahlah para isteri dan anak—bertanya penuh harap:
Syahidkah suami dan ayah mereka atau masih tegap?

Diri Kaab pilu sendiri—resah berbaur nyala dosa.
Teringin benarlah ia berdalih, jika boleh, berdusta.
Coba direndanya pelbagai alasan secara berhelah
diharap lembutlah hati Nabi dari sebarang amarah.

Riak dan pandangan keluarga tetiba cepat dipinta.
Bolehkah mereka coba berdusta cara penuh berhelah?
Adakah alasan waras bagi mereka yang tak berjihad?—
dipinta riak keluarga agar tak dituduh khianat.

Tapi, mereka tersangkak—kepada diri mula bertanya:
Apakah wajar mereka berdusta pada kekasih Allah?
Terasalah tak mungkin lagi disorok sekecil-kecil dosa,
tersedarkan rasukan syaitan—lalu Kaab pun berjujurlah.

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to PESAN LUHUR—(3)

  1. ampuan awang says:

    assalamualaikum bapak,

    terkesan yang amat tatkala membaca bait puisi bapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s