Ombak

Ombak yang menjamah
kakiku sekali
tak kan dapat
kukenali lagi.

Benih Harapan
1973

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Ombak

  1. ahmadyani says:

    Kesempatan hanya datang sekali. Kesempatan akan datang, wajahnya sudah lain…

  2. =) mode : reading glasses on…

  3. Rosli Sukri says:

    hidup ini
    lebih baik mati
    dari
    ingkar perintah ilahi

  4. nuruthman says:

    Teruskan menggulun ombakmu ke pantai kebenaran dan keadilan.Biarkan pasir pantai membaurkan keharmoniannya.Kebaikan akan kelak menyerlah di dataran kemanusiaan.Akhirnya bumi keinsafan menguapkan segala kebatilan.

  5. Tan Wei Jer says:

    Pak Samad, this is one of my most favourite poem.
    It withstand the timeline and it suits any moment in our lives.

  6. belaian kasih
    kata-kata yang berkesan
    disemat dalam hati
    keinsafan buat diri
    Tuhan Rahmati kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s