Ramadhan Wangi

Kemarau – ujian yang genting ini – paling keras mengguris;
ia memimpin ke iman syahdu, merangsang ke tulus qalbu.
Dengannya detik dugaan mula menghiris – titis menitis.
Di situ juga bulan mengambang senyuman sedikit pucat
seperti sengaja bertamsil mewangi Ramadhan yang nikmat.

Semua kalung doa sudah dicantum ke hati yang mulia,
dan kerlip permata juga turut disimpan setelah diuji lama
dan kita mulai bersahur dalam suasana penuh berhemah,
pengat manis dijamah dan lauk-lauk tak lupa diratah;
mendamai diri dengan zikir dan solat panjang yang mesra.

Setahun lagi – kini kita sedang dikucupi nafas puasa,
Aidilfitri turut menyerlah dengan senyum seindahnya.

16-30 September 2003.

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ramadhan Wangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s