Malam Doa

Kita mengesani kembali kisah syahdu Israk dan Mikraj,
tekun meniliti ketakjuban Nabi sepenuh hayat;
kita semak setiap ayat dan masuk khusyuk ke dalamnya,
mengangkat iktibar permata, bergetar dalam pesannya.
Kita dirangsang terus beribadah tulus kepada Allah.

Siang yang memberi kita perisai untuk mengawal diri;
malam direndami doa mengantar kita ke tahap suci.
Dan maghrib melerai simpul nafsu yang garang menguji.
Antara jari-jari waktu ini kita makin bertambah tahu,
Ramadhan mendakap kita dengan pelukan akrab rindu.

Setahun lagi – kini kita semakin erat dirahmahi puasa;
Aidilfitri dengan gemalai asyik melambai seghairahnya.

16-30 September 2003

About samadsaid

Writer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Malam Doa

  1. Wak Domo says:

    Sememangnya Tok
    ‘Aidilfitri,
    Menjadi lambang kemenangan
    Hamba
    Sengaja dididik Yang Hakiki
    untuk meronta dari belenggu
    Nafsu dan Syahwat
    Selama satu purnama lepas,
    di Bulan Ramadan al-Mubarak

    Panjangkah lagi nyawa hamba ini
    Untuk dididik sekali lagi
    Oleh Yang Maha Mengetahui?

    Allahuwaklam
    Maka, mungkin langkah-langkah ini terakhir
    Hamba
    Sayugia aku berdoa; aku bermohon; aku munajat
    Agar jasad dan ruh aku ini
    Dilindungi dari noda noda Maya
    dan Dunia fana
    Semoga kembali aku ke hadrat Mu
    Dalam keadaan sebenar benarnya
    Bersih

    Selamat menyambut
    Hari Raya ‘Aidilfitri, Tok
    Ampun dan Maaf kula pinta
    Agar bersua kembali di sitok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s